Artikel Lainnya

Gambang Kromong, Kesenian Tradisional yang Terinspirasi dari Alat Musik Tionghoa

Jan 24, 2018

Sejauh yang kita tahu, Kesenian Tradisional Gambang Kromong atau yang lebih kita sering dengar dengan Orkes Tradisional betawi adalah Kesenian Asli Betawi. Tapi ternyata kesenian Gambang Kromong tecipta karena terinspirasi dari alat-alat musik Tionghoa, seperti sukong, tehyan, dan kongahyan yang dipadukan dengan alat tradisional yaitu gamelan. Lalu terciptalah Kesenian dengan nama Gambang Kromong yang diambil dari dua alat musik perkusi yaitu Gambang, dan Kromong.

Salah satu sumber menyebutkan bahwa Bangsa Tionghoa yang menempati wilayah sebelah timur muara ciliwung, didominasi oleh kaum laki-laki, sehingga untuk meneruskan keturunan, mereka menikahi para perempuan betawi. Hingga suatu saat, dimana Peranakan Tionghoa sudah semakin banyak di Batavia, mereka sering memainkan lagu-lagu Tionghoa dari kampung halaman kakek nenek moyang mereka di China. Mereka memadukan instrumen gesek sukong, suling, teh-hian, nining dengan gambang. Hingga pada perkembangan selanjutnya, sekitar 1880-an, diprakarsai Wijkmeester Teng Tjoe dari pasar senen, Batavia, barulah orchestra gambang tersebut ditambah dengan kromong, gendang, kempul dan gong. Darisanalah terciptanya kesenian Gambang Kromong.

Sehingga selain dipertontonkan untuk pesta-pesta rakyat, perkawinan dll, Kesenian Gambang Kromong pun dimainkan pada saat Imlek, juga untuk acara-acara di ‘Tapekong’ (rumah peribadatan China). Karena sifatnya humor, penuh gembira, walaupun kadangkala bersifat ejekan/sindiran.

Namun seiring berjalannya waktu, Kesenian Gambang Kromong telah dikombinasikan dengan instrumen modern seperti gitar, bass, organ, drum, dll. Meski demikian, karena musiknya yang kental, walaupun sudah dikombinasikan, Kesenian Gambang Kromong tidak akan kehilangan ke-khasannya. (Aspertina)

Sekretariat Aspertina
EightyEight@Kasablanka Building Floor 32nd Unit A
Jl. Casablanca Raya Kav. 88
Jakarta 12870. INDONESIA

Phone :+62 21-29820200. Fax : +62 21-29820144

Copyrights © 2011-2016. Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia. All Rights Reserved.